10 November 2017

Sutrado Goodbos

PT. Sutrakabel Intimandiri merupakan salah perusahaan kabel terbesar di Indonesia yang memiliki banyak konsumen baik di dalam negeri maupun luar negeri. Dengan semakin meningkatnya sebuah perusahaan maka semakin tinggi tantangan yang akan dihadapi. Maka dari itu kami “BANGGA” memiliki pimpinan yang sangat handal dalam menjalan roda perusahaan sehingga permasalahan yang ada dapat diselesaikan dengan sangat baik.

Di semua perusahaan, dimana  kita pernah bergabung menjadi salah satu pekerjanya kita akan dapat merasakan atmosfir saling percaya dan saling menghargai satu pekerja dengan pekerja lainnya, baik itu antar rekan kerja, kepada bawahan ataupun kepada atasan. Kuat atau lemahnya atmosfir itu dapat dirasakan ketika budaya “Good Bos” dan pemahamannya dapat dipraktekkan di tempat kerja dengan saling menguatkan melalui komunikasi terbuka  yang berkualitas.Hubungan baik dapat menghasilkan unsur-unsur seperti  kepercayaan, rasa hormat, harga diri, pengakuan.

Pernahkah kita mengalami “kecelakaan komunikasi” ketika melaksanakan tugas sehari-hari? Dan membutuhkan berapa waktukah percaya diri kita terbangun setelah konflik terjadi? Konflik bisa terjadi antar karyawan, antar atasan dan bawahan juga bisa terjadi antar departemen.

Hubungan kerja bukan sekedar hubungan profesi saja. Apalagi jika kita kaitkan pada unsur-unsur diatas. Tidak ada gading yang tak retak, orang juga tidak ada yang sama.

Sebaik-baiknya komunikasi telah kita kelola, sekali waktu akan juga terjadi  hambatan bahkan jalan buntu. Jika konflik dikelola secara efektif akan menghasilkan pribadi-pribadi tahan banting, kuat mental dan kerja sama yang lebih solid. Semuanya tergantung pada “Good Bos” dalam mengendalikannya agar tidak memperburuk hubungan kerja bahkan sampai merusak profesionalisme.

Bagaimanapun pimpinan seharusnya membangun komunikasi agar  budaya  goodbos dapat diciptakan dari sedemikian banyak situasi dan pekerjaan rutin yang mendesak untuk dilakukan.

  1. Buka pintu komunikasi lebar-lebar

Pintu komunikasi akan terbuka lebar jika sikap mudah didekati orang lain senantiasa kita tunjukan pada situasi apapun. Pastikan tiga siklus komunikasi tercapai secara baik. Siklus pertama adalah bagaimana informasi terserap dan dipahami secara baik. Selanjutnya informasi yang diterima telah dikonfirmasi sesuai dengan maksud dan tujuannya oleh penerima pesan. Serta yang terakhir adalah bersabarlah memverifikasi informasi yang sudah dipastikan diterima dan dipahami pada penerima pesan.

Seringkali terjadi asumsi-asumsi yang tidak seharusnya berkembang pada saat komukasi dilakukan. Coba kita mawas diri sendiri, ketika kita menerima perintah atau  pesan, betapa pikiran kita sudah mengembangkan asumsi-asumsi yang tidak jarang asumsi negatif bersemayam di benak kita. Hal ini jika kita tidak membiasakan diri menerapkan tiga siklus komukasi seperti diatas, maka “kecelakaan komukasi” tidak menutup kemungkinan terjadi.

  1. Aktif melakukan evaluasi/nilai

Walaupun pahit melakukan penilaian sangatlah penting. Bawahan tidak nyaman dinilai, atasan takut membuat penilaian. Tapi inilah tantangan bagi pimpinan kerja team untuk meningkatkan  kinerja bawahannya.  Penilaian yang dilakukan secara tepat, memanfaatkan waktu yang tepat  akan memetik hasil berkali-kali lipat.

“Tapi ingat… gunakan cara yang tepat pada waktu yang tepat.”

Pastikan penilaian yang dilakukan, dikerjakan secara kontruktif. Utarakan maksud dan tujuannya secara jelas, bahwa setiap masukan adalah demi membangun personal-personal  baik secara pribadi maupun pekerjaan. Hindarkan sikap menyalahkan bahkan sampai menghakimi. Berikan kesempatan yang patut untuk perbaikan, dan berikan sanksi yang ethis demi kepastian terlaksananya peraturan.

  1. Pendekatan yang memberdayakan

Jangan buru-buru membuat penilaian kalau kita belum melakukan bimbingan dan evaluasi diri sendiri. Lakukan pembimbingan  dengan luwes tapi tetap memberdayakan. Ingat pendekatan yang keliru juga akan merusak langkah perbaikan. Berikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh bawahan. Lanjutkan dengan pemberdayaan atas inisiatif yang sudah dilakukan. Doronglah dengan memberikan wewenang yang sesuai. Jika anda mundur, maka inisiatif yang harusnya terbangun akan terhenti dengan sendirinya.

Budaya  SUTRADO  GOODBOS, OK  bangeeeet…