10 November 2017

Keselamatan Berbasis Perilaku


Keselamatan dan kesehatan kerja adalah proses yang berkesinambungan dengan melibatkan semua pihak yang ada dalam organisasi tersebut, sehingga apabila masing-masing anggota telah berperilaku berbasis K3 diharapkan akan tercapai budaya K3 dalam organisasi tersebut. Sebagai salah satu perusahaan pabrik Kabel di Indonesia, PT. Sutrakabel Intimandiri berkomitmen untuk selalu menjaga keselamatan, kesehatan dan lingkungan kerja sesuai.dengan kebijakan sistem manajemen terintegrasi PT. Sutrakabel Intimandiri, yaitu : Mencegah kecelakaan, sakit dan pencemaran lingkungan akibat kerja.

KESELAMATAN BERBASIS PERILAKU

Apa itu perilaku?

Perilaku, pada hakekatnya adalah aktifitas atau kegiatan nyata yang ditampikan seseorang yang dapat teramati secara langsung maupun tidak langsung. Perilaku keselamatan adalah tindakan atau kegiatan yang berhubungan dengan faktor-faktor keselamatan kerja.

Faktor penentu perilaku terbagi atas 2 bagian yakni faktor internal dan faktor eksternal,

  1. Faktor internal adalah karakteristik orang yang bersangkutan yang bersifat bawaan dan berfungsi untuk mengolah rangsangan dari luar, misalnya tingkat pengetahuan, kecerdasan, persepsi, emosi, motivasi, jenis kelamin, dan sebagainya.
  2. Faktor eksternal adalah meliputi lingkungan sekitar, baik fisik maupun non-fisik, seperti iklim, manusia, sosial, budaya, ekonomi, politik, kebudayaan dan sebagainya. Faktor lingkungan ini sering merupakan faktor yang dominan mewarnai perilaku seseorang.

Apakah program-program dengan sasaran BBS itu efektif?

Beberapa orang berpendapat bahwa untuk mengampanyekan BBS lebih efektif melalui meeting informal ataupun obrolan-obrolan ringan daripada meeting resmi atau acara kampanye atau workshop resmi. Memang proses sosialisasi BBS itu sangat menantang karena hal ini sangat berkaitan dengan budaya disiplin dan di masyarakat negara kita masih cukup “baru” dengan safety culture ini, diakui atau tidak diakui budaya disiplin di negara kita juga masih perlu banyak perbaikan. Perubahan budaya dan perilaku dapat terjadi melalui proses pembelajaran dan peningkatan awareness.

Untuk mengampanyekan BBS lebih efektif melalui meeting informal ataupun obrolan-obrolan ringan daripada meeting resmi atau acara kampanye atau workshop resmi. Memang proses sosialisasi BBS itu sangat menantang karena hal ini sangat berkaitan dengan budaya disiplin dan di masyarakat negara kita masih cukup “baru” dengan safety culture ini dan diakui atau tidak diakui budaya disiplin di negara kita juga masih perlu banyak perbaikan. Perubahan budaya dan perilaku dapat terjadi melalui proses pembelajaran dan peningkatan awareness.

Sutrakabel Intimandiri senantiasa selalu perbaikan secara berkesinambungan dalam hal Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam mencegah penyakit akibat kerja dan juga menekan angka kecelakaan kerja, dengan melakukan beberapa Training dan Awareness untuk meningkatkan kepedulian karyawan terkait keselamatan dan kesehatan kerja. Dalam Program BBS sendiri adalah merupakan program perbaikan berkelanjutan yang melibatkan manajemen dan pekerja. Ada beberapa program yang harus dijalankan secara berkelanjutan dalam BBS, yaitu :

Observasi, diskusi dan umpan balik dari pekerja di lingkungan kerja. Program ini dilakukan untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya guna mengetahui perilaku aman dan tidak aman dari pekerja.

Dokumen Internal

Melakukan komunikasi dengan semua pekerja sebagai bentuk pembelajaran berdasarkan informasi yang diperoleh.

Dokumen Internal

Training dan pembinaan pada karyawan baru untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan dan presepsi terhadap resiko, membina individu untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan standar operasional prosedur.

Dokumen Internal